Singsingkan Lengan Baju
Pancangkan Asa
Ukirlah Hari Esok, Pertiwi jaya
Bergandengan Tangan,..tuk meraih Ridho Allah
Peringatan Sumpah Pemuda kali ini memiliki sense tersendiri bagi Kota Pelajar Yogyakarta dimana Aktivis Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia berkumpul untuk menegakkan kalimat Allah di Bumi Gadjah Mada, tempat cikal bakal lahirnya pergerakan dakwah kampus Indonesia terbesar saat ini, atau yang sering kita kenal dengan istilah FSLDK (Forum Sillaturahim Lembaga Dakwah Kampus). Di ruangan yang bernama Pusat Kebudayaan UGM, terdengarlah gemuruh suara dari 1300 Aktivis Dakwah Kampus yang meneriakkan “Sumpah Aktivis Dakwah Kampus Indonesia”
“Kami Aktivis Dakwah Kampus Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air penuh kemakmuran. Kami Aktivis Dakwah Kampus Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa tanpa kebodohan. Kami Aktivis Dakwah Kampus Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa tanpa kekerasan.”
Dakwah Kampus yang lahir pada tahun 80-an sampai saat ini terus tumbuh dan berkembang mewarnai hampir 80% kampus yang ada di Indonesia. M. Mansyur Romi, pembina JS UGM mengatakan dalam sambutannya, bahwa pada masa lampau kegiatan seperti ini adalah mimpi, namun sekarang telah menjadi kenyataan. Jika kita amati, Dakwah Kampus saat ini sedang memasuki ronde baru dalam dinamika keberjalanannya. Pola-pola baru dalam pergerakan dakwah semakin gencar dilakukan oleh aktivis dakwah kampus dalam membawa nilai2 Islam di kampusnya masing-masing, Tak lain tak pelak adalah untuk menyesuaikan dengan modernisasi yang terjadi baik di tingkat kampus, regional, nasional maupun internasional.
Seiring berjalannya waktu, Dakwah Kampus senantiasa berkembang dengan tantangan yang lebih luas dan kompleks. Jaringan Dakwah Kampus yang semakin luas tersebut menuntut ADK untuk tidak hanya berbicara mengenai kondisi kampus dan berbagai macam masalah internal sahaja, akan tetapi juga dituntut untuk berpikir global tentang problematika umat mulai dari masalah ekonomi, pendidikan, sosial, politik, bobroknya moral bangsa dan yang lebih parah lagi isu2 yang menyudutkan ummat seperti aliran sesat, pluralisme, sekulerisme, bahkan terorisme.
Oleh karena itu, perlu disadari oleh seluruh Kader Lembaga Dakwah Kampus bahwasanya sekarang bukanlah zaman dulu lagi, perubahan zaman sudah sangat signifikan, keadaan telah jauh berubah, turbulensi yang menghadang juga semakin besar. Apabila kita hanya dibekali dengan semangat yang bergelora dan militansi yang menggetarkan sahaja itu jauh sekali dari cukup. Kemampuan mengambil keputusan, melihat situasi kekinian, pemanfaatan jaringan yarng luas, Kapasitas Kepemimpinan yang mumpuni serta pengemasan nilai2 Islam juga menjadi faktor yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap Kader LDK karena faktor2 tersebut insyaalllah yang akan menjadi syarat kemenangan Dakwah Kampus.
Kemudian jika kita menilik lebih dalam lagi kondisi saat ini, Peran LDK seharusnya tidak menjadi “sekedar” wajiha syiar saja tetapi bagaimana menjadi solusi perbaikan dalam perubahan pola pikir masyarakat serta menjadi organisasi mahasiswa muslim yang tidak hanya peduli terhadap kondisi kadernya saja, tetapi juga peduli akan dinamika yang terjadi di kampus serta masyarakat umum.
Semoga momentum sarasehan kali ini kembali menyadarkan peran kita baik dalam tataran personal sebagai seorang Da’I ataupun tataran wajiha formal sebagai motor penggerak dakwah kampus di Indonesia. AllahuAkbar!!!
Sudah Saatnya kita keluar dari kandang kita
Untuk bertemu di suatu lapangan yang luas
Menggunakan baju kita masing2 dengan warna yang berbeda-beda
Tetapi dengan satu semangat yang sama, kemudian meneriakkan kalimat
“Bangkit Negeriku, Harapan Itu Masih Ada”
(Anis Matta)
Road To FS-Nas 2012
“Indonesia Madani Bukan Hanya Mimpi”
RSS Feed
Twitter
19.16
Sebuah jalan pencarian kebenaran

0 komentar :
Posting Komentar